Dia yang Takkan Pernah Tergantikan Shinta Ekasari

Minggu, 27 Januari 2013

Tata Cara Sholat Ghoib

Seringkali kita sebagai umat Islam mendengar kabar duka berupa berpulangnya seseorang kehadirat illahi robbi baik dari keluarga kerabat maupun keluarga sendiri. Dan tidak jarang juga ketika kabar tersebut terdengar ditelinga kita, kita sedang tidak berada di tempat dan tidak dapat mengikuti sholat jenazah. Oleh karenanya kita diperbolehkan untuk melakukan sholat ghoib seperti yang dilakukan oleh Rosulullah ketika menyolati jenazah Raja Najasyi dengan sholat ghoib. Namun, baik disadari ataupun tidak sebagian besar dari kita kurang memahami bagaimanakah cara melakukan shalat ghoib tersebut.
Berikut sedikit pembahasan mengenai sholat ghoib:


Sholat Ghoib hampir sama dengan sholat jenazah, bedanya kita tidak sedang berada didekat jenazah yang ingin disholati. Misalnya kita ingin menyolati kerabat yang meninggal yang jauh dari tempat tinggal kita sehingga tidak bisa datang langsung, maka bisa melalui sholat ghoib ini.


Berikut tata cara sholat ghoib..


Shalat ghoib terdiri dari 8 rukun.


1. Niat
Shalat jenazah sebagaimana shalat dan ibadah lainnya tidak dianggap sah jikatidak diniatkan. Dan niatnya adalah untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT.Seperti firman-Nya :Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.(QS. Al-Bayyinah : 5).


Rasulullah SAW pun telah bersabda dalam haditsnya yang masyhur :
Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,“Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Setiap orang mendapatkan sesuai niatnya.”(HR. Muttafaq Alaihi).


Niat itu adanya di dalam hati dan intinya adalah tekad serta menyengaja di dalam hati bahwa kita akan melakukan sholat tertentu saat ini.


2. Berdiri Bila Mampu
Shalat jenazah tidak sah bila dilakukan dengan duduk atau di atas kendaraan (hewan tunggangan) selama seseorang mampu untuk berdiri dan tidak memilikiudzur apapun.


3. Takbir 4 kali
Aturan ini didapat dari hadits Jabir yang menceritakan bagaimana bentuk shalat Nabi ketika menyolatkan jenazah.
Dari Jabi ra bahwa Rasulullah SAW menyolatkan jenazah Raja Najasyi (shalat ghaib) dan beliau takbir 4 kali. (HR. Bukhari : 1245, Muslim 952 dan Ahmad 3:355)


Najasyi dikabarkan masuk Islam setelah sebelumnya menjadi seorang pemeluk nasrani yang taat. Namun begitu mendengar berita kerasulan Muhammad SAW, beliau akhirnya menyatakan diri masuk Islam.


4. Membaca Surat Al-Fatihah
5. Membaca Shalawat kepada Rasulullah SAW
Seperti bacaan sholat pada umumnya ketika tahiyyat.
6. Doa Untuk Jenazah
Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW :Bila kalian menyalati jenazah, maka murnikanlah doa untuknya. (HR. Abu Daud : 3199 dan Ibnu Majah : 1947).


Diantara lafaznya yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW antara lain :


Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bil-ma’i watstsalji wal-baradi.


Ada juga yang hanya menuliskan:
Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu.


7. Doa Setelah Takbir Keempat
Misalnya doa yang berbunyi :


Allahumma Laa Tahrimna Ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlana wa lahu


8. Salam


Jadi, jika diurutkan adalah sebagai berikut :


1. Takbiratul Ihram seperti biasa
Membaca Al-Fatihah
2. Takbir
Membaca Shalawat kepada Nabi SAW : Allahumma Shalli ‘Alaa Muhammad . . .
3. Takbir
Membaca Doa : Allahummaghfir lahu war-hamhu . . .
4. Takbir
Membaca Doa : Allahumma Laa Tahrimnaa Ajrahu
Mengucap Salam

Tidak ada komentar: